4/06/2008

Rokok : Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Aku bukanlah seorang yang menyukai merokok. Bagiku rokok adalah penyakit.Banyak orang yang sudah merasakan penyakit akibat dari merokok.Sehingga mereka telah banyak mengeluarkan biaya untuk mengobati penyakit gara-gara merokok.Hal ini sudah kujadikan pelajaran bagiku bahwa merokok terbukti tidak baik bagi kesehatan.Bahkan telas jelas tertulis himbauan di setiap bungkus rokok " MEROKO DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG,IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN", tapi mengapa masih banyak orang yang suka merokok.Mungkin karena kurang kesadaran tentang arti pentingnya kesehatan.

Selain kurang sadar akan erti penting kesehatan juga tidak sadar akan kesadaran dari segi biaya.Bagiku jika orang beli rokok berarti sama saja membakar uang. Rugi dan teramat rugi bagiku. Sudah jatuh tertimpa tangga pula mungkin ini juga pantas diberikan bagi mereka yang merokok sudah rugi akan kesehatan juga rugi dari segi keuangan.Coba bayangkan. semisal seorang pekerja buruh beli rokok 1 bungkus tiap 3 hari sekali.Berarti dalam 1bulan habis 10 bungkus. Jika 1 bungkus rokok seharga Rp. 5000 berarti dalam 1 bulan membakar uang Rp. 50.000 uang sebesar itu sudah bisa untuk membeli beras kira-kira 8 - 10 Kg. Beras yang cukup untuk makan selama 10 hari. Bagaimana jika 1 hari 1 bungkus? Astaghfirullah....

Mayoritas penduduk indonesia adalah muslim,jadi kebanyakan orang yang merokok juga orang muslim.Saya heran pada sebagian orang islam yang merokok yang bisa menghabiskan Rp. 5000 - Rp. 20000 untuk beli rokok dalam seminggu.Tapi untuk mengisi kotak infak Jum'at jauh lebih kecil dari yang dikeluarkan untuk membeli rokok. Suatu kenyataan di Masjid tempat tinggalku kotak infak jum'at kebanyakan uang ribuan dan uang recehan. Total uang infak jum'at kira-kira Rp.40.000 - Rp.100.000 dalam seminggu, berarti kebanyakan orang-orang memasukkan uang infak kira-kira antara Rp.1000 - Rp. 5000 tiap kali jum'atan. Kebanyakan dan mayoritas jama'ah adalah perokok.Berarti pengeluaran untuk beli rokok leboh besar dari pada untuk infak . Apa tidak terbalik? Sungguh memprihatinkan....

budiqof: 6 April 2008
Purworejo

Read more...

3/17/2008

Mendaki

Kusaksikan indahnya mentari
bersama pagi yang sunyi
bersama teman-teman sejati
mereka para pendaki

Inilah aku pertama kali
berada di atas gunung berapi
menjulang begitu tinggi
namun kutak takut mati

kucoba tuk renungi
arti perjalanan ini
kutangkap sesuatu yang pasti
betapa hidup sungguh berarti


budiqof: pordjo, 17 maret 2008
p

Read more...

Sebelum Mendaki Kenali Etikanya


Tidak bisa dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya sampah-sampah yang berserakan baik dijalan umum,tempat keramaian,maupun lingkungan sekitar tempat tinggal. Padahal fasilitas tempat sampah sudah banyak tersedia walaupun sedikit. Namun tetap saja dengan tanpa dosanya membuang sampah semaunya sendiri.
Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan ternyata juga tampak pada sebagian kelompok masyarakat yang suka berpetualang yaitu yang sering disebut pecinta alam.Hal ini juga bisa dibuktikan dengan banyaknya sampah yang berserakan seperti di sepanjang jalur pendakian hingga ke puncak gunung.
Sungguh ironis memang mereka yang senang akan kealamian alam namun tak mampu menjaga kealamiannya.Sebagian mereka yang mengaku kelompok pecinta alam justru datang untuk mengotori lingkungan dengan sampah-sampah sisa-sisa pembungkus makanan seperti bungkus mie instan,botol minuman, bungkus makanan ringan dsb.Akiba ulah sebagian oknum pecinya alam itu membuat gerah bagi kelompok pecinta alam yang lain yang sangat peduli dengan kebersihan dan kelestarian alam. Akhirnya disana sini mengadakan eveny-event guna menyadarkan saudara-saudaranya yang terlena itu agar kembali pada jati dirinya. Salah satu event yang pernah ada adalah bersih-bersih gunung.Walaupun hasilnya tak pasti namun mereka yang peduli sudah berusaha semaksimal mungkin.
Sebenarnya kelompok-kelompok pecinta alam mempunyai aturan tak baku yang biasa mereka pelajari sebelum mendaki gunung yaitu ETIKA MENDAKI GUNUNG. Beberapa diantara etika itu adalah :
1. Menghormati adat istiadat penduduk setempat.
2. Sopan dan santun terhadap penduduk sekitar.
3.Tidak sesumbar ( sombong )
4. Tidak meninggalkan sampah digunung.
5. Sampah sebaiknya dibakar atau dibawa kembali untuk dibuang di tempat sampah.
6.dll
Aturan tersebut tidaklah baku namun sering diberikan kepada mereka-mereka yang akan mendaki gunung.Melihat kenyataan bahwa masih banyaknya orang yang kurang kesadaran akan kebersihan dan kelastarian maka gerakan-gerakan sadar lingkungan harus selalu diteriakkan.Memang tak mudah untuk mewujudkannya sebab membangun manusia memang lebih sulit daripada membangun tower panjat dinding.Namun tetap berusaha dengan memulai dari diri sendiri hingga merasakan bahwa kebersiha adalah sebagian dari iman.
budiqof: pordjo , 17 maret 2008

Read more...

Followers

Komentar terbaru

Mengenai Saya

Foto saya
purworejo, jawa tengah, Indonesia
bukan siapa -siapa hanya manusia sederhana

  © Blogger template Ramadhan Al-Mubarak by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP