Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

1/06/2009

Curug Silangit Curug 3 Tingkat

oleh: Budut Seplawan

Beberapa daerah di Purworejo memiliki aset wisata yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu obyek potensial yang belum tergali adalah curug Silangit yang terdapat di daerah Kaligesing tepatnya di dusun Jeketro desa Kaligono.

Lokasi curug Silangit ini sangat mudah dijangkau,karena letaknya tak jauh dari tepi jalan raya Kaligesing. Perjalanan menuju ke sana bisa ditempuh dengan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan angkutan umum,bisa menggunakan angkutan umum jurusan Purworejo-Kaligesing yang terminal angkotnya berada di belakang Pasar Baledono. Dari terminal tersebut kemudian turun di Palpitu kemudian jalan kaki sekitar 15-30 menit ke arah kanan yang juga merupakan jalur menuju ke obyek wisata Goa Seplawan. Lokasi curug Silangit bisa ditanyakan kepada penduduk setempat. Karena di daerah tersebut juga banyak terdapat rumah penduduk.

Sedangkan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat,kendaraan bisa diparkirkan di halaman rumah penduduk sekitar yang memang sering dijadikan tempat parkir oleh para pengunjung. Dari lokasi tempat parkir menuju ke lokasi curug bisa ditempuh lebih kurang sekitar 15 menit.

Salah satu daya tarik curug Silangit adalah karena curug tersebut mempunyai 3 tingkatan curug. Curug pertama atau yang paling atas sendiri adalah curug yang paling tinggi sekitar 30 meter. Curug kedua sekitar 10 meter atau setinggi pohon kelapa. Dan yang paling bawah juga sekitar 10 meteran. Setiap curug dibawahnya terdapat kedung/kolam yang sering dijadikan tempat mandi bagi para pengunjung. Tiap-tiap kedung itu rata-rata memiliki kedalaman lebih dari 5 meter. Bahkan salah satu kedung itu pernah diukur oleh penduduk setempat menggunakan bambu yang sangat panjang namun bambu itu tidak sampai menyentuh dasar kedung tersebut. Jadi jika akan mandi ditempat tersebut harus hati-hati, dan jika tidak pandai berenang lebih baik untuk berenang dipinggir atau menggunakan pelampung.

Curug Silangit biasanya ramai dikunjungi pada hari minggu atau hari libur lainnya. Dan paling ramai adalah jika pada musim penghujan karena air terjun tersebut sangat deras. Pengunjung curug Silangit kebanyakan adalah anak-anak muda. Biasanya jika ingin pergi ke Goa Seplawan banyak yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke curug Silangit karena memang satu akses dengan Jalur menuju Goa Seplawan.

Keistimewaan yang dimiliki curug Silangit sebenarnya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah jika pemerintah mau mengembangkan potensi tersebut. Namun sayang hingga detik ini pemerintah masih kesulitan untuk mengembangkan potensi wisata tersebut. Tentu saja adalah masalah dana yang minim. Namun jika pemerintah memang serius untuk mengembangkan menjadi obyek wisata komersial bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Sehingga akan terwujud obyek wisata alternatif yang menyenangkan di Purworejo.

Condongsari,6 Januari 2009

Read more...

8/14/2008

Burung Garuda

GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila
Akulah Pendukungmu
Patriot proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar Negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju ayo maju maju
Ayo maju maju

GARUDA PANCASILA itulah judul lagu wajib karangan Sudarnoto. Lagu ini mengajak kita untuk menjadi pendukung Pancasila sebagai dasar negara. Dengan berpegang teguh kepada pancasila dan kita
mengamalkan kandungan dari isi pancasila maka akan tercipta kemakmuran negeri Indonesia.

Kawan,tentu kita tahu bahwa Lambang Negara kita adalah burung Garuda. Burung Garuda dari metologi nenek moyang indonesia berdekatan dengan burung Elang Rajawali. Burung ini dilukiskan di candi Dieng,Prambanan,dan Panataran. Di Dieng dilukiskan sebagai manusia berparuh dan bersayap: di Prambanan dan di candi candi Jawa Timur bentuknya berparuh panjang,berambut raksasa dan bercakar.

Raja Erlangga menggunakan tokoh Garuda sebagai meterai kerajaannya. Lambang itu diberi nama Garudamukha. Sekarang meterai Garudamukha disimpan di Museum Nasional Jakarta. Bahwa raja-raja Indonesia sudah sejak lama memakai lambang ini,diketahui juga di Barat. Dalam sebuah buku tentang lambang-lambang kerajaan yang terbit sekitar tahun 1453 berjudul " Des Conrad Gruenenberg,Ritters und Burgers hn hundert drue und achtzig jar" membuat lambang 'Kaisar Jawa' memperlihatkan seekor burung phoeneix di atas api unggun. Sedang ' Kaisar Sumatra' memakai lambang Rajawali digambar dari samping dengan kedua cakarnya mengarah ke depan.

Sedangkan kata Bhineka ialah gabungan dua kata yakni Bhina dan Ika. Kalimat seluruhnya seluruhnya dapat diterjemahkan, " Berbeda-beda tetapi satu jua",kedua kata ini sering menimbulkan salah tafsir,orang mengira bahwa Ika itu berarti satu,padahal hanya kata petunjuk yang berarti "itu". Kata ini masih hidup dalam bahasa daerah Jawa Timur. Bhinna Ika (digabungkan jadi Bhinneka),tunggal ika. Terjemahan kharfiah: Beda itu (tetapi satu itu).

Semboyan ini diambil dari kitab Sutasoma karangan Sutasoma Empu Tantular dari pertengahan abad ke-14. Kata-kata ini dipakai Tantular untuk menjelaskan faham sinkretis antara Hinduisme dan Buddhisme yang menjadi aliran zaman itu. Lengkapnya ialah: Siwatattwa lawan Buddhatattwa tunggal, bhinneka tunggal ika,tanhana dharma mangrwa. ( siwa dan buda itu satu,dibedakan tetapi satu,tidak ada ajaran agama yang bersifat mendua)

Burung Garuda menjadi lambang Negara RI berdasarkan Peraturan Pemerintah No.66 tgl.17 Oktober1951. Tetapi telah berlaku sejak tanggal 17 Agustus 1950. Berbentuk Garuda yang di dadanya tergantung perisai dengan "lima simbul",yang lazim disebut Pancasila.

Nah berikut ini keterangan tentang lambang-lambang dalam Pancasila:
1. Bintang (kuning emas)
2. Rantai (kuning emas)
3. Pohon beringin (hijau)
4. Kepala Banteng (hitam)
5. Bunga Padi Kapas (kuning emas)
6. Seluruh Burung Garuda (kuning emas)
7. Ruangan perisai ditengah-tengah(merah putih)
8. Dasar bintang yang berbentuk perisai(hitam)
9. Pita (putih)
10. Huruf (hitam)
11. Jumlah helai bulu tiap-tiap sayap =17 helai
12. Jumlah helai bulu pada ekor= 8 helai
13. Jumlah helai bulu pada Bulu dibawah perisai=19 helai
14. Jumlah helai bulu pada leher= 45 helai.

Dan,berikut bunyi Pancasila seperti yang kita ketahui:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Nah,itulah sedikit ulasan tentang lambang negara semoga bisa menambah pengetahuan kita.

Read more...

Followers

Komentar terbaru

Mengenai Saya

Foto saya
purworejo, jawa tengah, Indonesia
bukan siapa -siapa hanya manusia sederhana

  © Blogger template Ramadhan Al-Mubarak by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP