3/11/2008

kau hanya sahabatku

Wahai sahabatku
kapan kita bertemu
sedangkan waktu terus berlalu

Dimalam nan sunyi sendu
mengingatkanku padamu
mungkin kau sudah lupakanku
dan tak mau bertemu

pikiran dan hayalku
hingga terpaku lesu
kuinginkau jadi sahabat sejatiku

setetes harpan datang
berkhayal kita berjumpa
walau hanya dalam sendu
walau hanya dalam mimpi
maafkan aku
jika selalu menyakitimu

Siti : 5 maret 2008, 20:11 wib

Rabu malam
Dering handphoneku mengusik keasyikanku membaca buku kumpulan cerpen TOPENG MALAIKAT karya Budi Sardjono. Kuraih handphoneku yang tergeletak di meja disamping tempatku bersandar.Beberapa bait-bait puisi dari sahabatku datang mengisi kotak inbox dan membuatku bertanya-tanya.
Kubaca lagi dan lagi berulang kali. Kumerasakan ada yang berbeda dari pesan singkatnya. " adakah ini suara hatinya?" . Batinku bertanya-tanya membuat aku gelisah. Kubiarkan pesan singkatnya tanpa ada balasan dariku.
Benarkah dia ingin bertemu denganku? Lalu apa maksudnya dia memintaku menjadi sahabat sejati? sahabat sejatri seperti apa yang dia inginkan? . Mungkinkah dia...... Ah tak mungkin. Aku hanyalah sahabat yang hanya bertemu sekali. Memang ku akui persahabatanku dengannya cukup unik. Sebab aku kenal dia hanya lewat handphone. Namun perkenalan yang hanya iseng nyatanya bertahan sampai sekarang.Dan kira-kira 1 tahun lalu aku untuk pertama kali bertemu dengannya. Pertemuan yang singkat di kebumen tempat dia tinggal memang menjadi kenangan unik bagiku.
Akhir Januari lalu aku mengungkapkan keinginanku untuk pergi jakarta.Dan dia mengharapkanku untuk mampir ke tempat dia tinggal di Cimahi, Bandung. Namun rencanaku itu tak jadi aku laksanakan sebab ada kendala. Dan beberapa minggu ini pesan-pesan singkatnya tak pernah aku balas sebab handphoneku tak bernyawa. Dan pesan singkat itu adalah yang terakhir aku terima. Entah apa maksudnya.Namun jka memang dia itu memiliki rasa sperti apa yang aku terka.Aku hanya bisa mengatakan " kau hanya sahabat" jika dia mengungkapkannya.
budiqof: Februari 2008

Read more...

Entah dan Entah

Entah dan entah
berkali-kali kuucap
dengan bibir atau hati
saat bayangmu hadir

Entah dan entah itu
tak hanya malam ini
namun disetiap malamku
dan mungkin esok malam

Entah dan entah
terucap dalam gelap malam
sebab tak tahu nasib esok
antara aku dan dirimu

Kau kukagumi
tak pernah peduli
adakah esok adalah takdir
luluhnya hatimu?

Entahlah aku tak tahu
Kau tetap seperti itu
acuh dan acuh
berpaling dan menjauh

Aku hanya berharap
kau menjadi manusia bijak
dan terpancar sinar di tubuhmu
kau merangkulku

kau menjadi manusia berhati
dan bisa memahami
arti hidup ini
dan arti cinta yang kuberi

Read more...

1/29/2008

kekaguman

Kekaguman menjadi penjaraku
tempat bahagia sesaat
entah untuk berapa masa
waktulah yang akan berbicara

Kekaguman menjadi temanku
untuk malam-malam kesunyian
menghinggapi seperti selimut bumi
teduhkan hati untuk semalam

Kekaguman menjadi alasan
untuk tidak memiliki
sebab ketidakberdayaan
harapan ditambat menjadi mimpi

Kekaguman menjadi permadani
mengantarkan halusinasi
yang tak pernah terbagi
sebab hanya mimpi

kekaguman menjadi awal
menatap diri yang terjungkal
sebab tipisnya kepercayaan
kecilnya harapan

kekaguman oh kekaguman
hanya itu yang aku nikmati
untuk memilikimu
walau hanya mimpi

Read more...

Followers

Komentar terbaru

Mengenai Saya

Foto saya
purworejo, jawa tengah, Indonesia
bukan siapa -siapa hanya manusia sederhana

  © Blogger template Ramadhan Al-Mubarak by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP